Jumat, 26 Agustus 2011

Dea Tunggaesti / Aldila Warganda / Haghia Sophia Lubis : Trio Pengacara cantik dari OC Kaligis dampingi Nazarudin

Dea Tunggaesti Aldila Warganda dan Haghia Sophia Lubis tiga wanita cantik ini tampil menghiasi headline news berbagai media nasional. Bukan sebagai artis atau public figure yang ramai digosipkan bercerai, kawin , cerai, kawin, cerai. Melainkan sebagai pengacara yang diutus firma O.C Kaligis untuk mendampingi Nazarudin dalam persidangannya


Dea Tunggaesti
Lahir: Solo 26 september 1982
Status: Ibu dua anak
Lulusan:
S-1: Universitas Pelita Harapan
S-2: Universitas Gajah Mada
S-3: Universitas Padjajaran
Kasus yang pernah ditangani:
- Nazaruddin
- Joko Chandra 



Aldila Warganda
Lahir: Jakarta, 28 april 1984
Status: Ibu satu anak
Lulusan:
S-1: Universitas Jenderal Sudirman
S-2: Universitas Padjajaran
Juara Asian Law Student Association 2003, 2004, dan 2005
Kasus yang pernah ditangani:
Nazaruddin
Prita Mulyasari
Bupati Kukar Syaukani Hassan Rais
Artalitas Suryani
Aulia Pohan
Kasus salah tangkap pembunuhan Asrori di Jombang



Haghia Sophia Lubis
Lahir: Solo 26 september 1982
Status: Ibu satu anak
Lulusan:
S-1: Universitas Indonesia
S-2: Harvard University
Kasus yang pernah ditangani:
- Nazaruddin
- Marcella Zalianty
- Artalita Suryani
- Perusahaan dan BUMN yang beperkara di luar negeri



 
Kutipan dari jawa pos
BUKAN hanya nyanyian Nazaruddin yang menyita perhatian publik. Kehadiran para penasihat hukum tersangka suap Sesmenpora tersebut juga memikat mata banyak orang. Tim pengacara yang dipimpin O.C. Kaligis itu diisi tiga perempuan muda, cantik, dan pintar bak trio cewek di film Charlie"s Angels. Siapa mereka?

Nama Dea Tunggaesti akhir-akhir ini ramai dibicarakan setelah wajahnya sering terekam kamera wartawan yang biasa meliput di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Paras cantiknya seolah memberikan warna tersendiri dalam pemberitaan kasus suap wisma atlet SEA Games 2011 M. Nazaruddin. Bahkan, sepekan ini namanya ramai dibicarakan di media.

Nama Dea tidak melejit sendirian. Ada dua temannya lagi, yakni Aldila Warganda dan Haghia Sophia Lubis, yang gara-gara kasus itu juga makin melambung. Ketiganya banyak menjadi pembicaraan setelah O.C. Kaligis memercayai kemampuan mereka dan memasukkan tiga perempuan itu ke tim pembela Nazaruddin.

Saat ditemui Jawa Pos di kantor O.C. Kaligisi di Jalan Majapahit kawasan Monas, dia tampak malu-malu ketika hal itu disinggung. Namun, dia tidak mau terlalu jauh membicarakan masalah itu. Sebab, dia juga merasa surprise dengan hal itu. "Salah satu keuntungan dari menangani kasus ini, saya bisa kenal banyak orang," ujarnya.

Sebenarnya, kalau mau jeli, wajahnya sudah sering muncul di televisi jauh sebelum kasus Nazaruddin mencuat. Terutama pada medio 2003?2005, saat Dea menjadi artis. Ketika itu, dia membintangi beberapa sinetron seperti Bukan Cinderella dan Kisah Adinda. Namun, dia memilih meninggalkan dunia itu.

Ibu dua anak tersebut mengatakan bahwa meninggalkan dunia hiburan bukan perkara sulit. Sebab, dia merasa tidak memiliki passion dunia seni peran itu. Keinginan menjadi pengacara sudah kadung tertanam kuat di hatinya lantaran tergila-gila dengan serial komedi Ally McBeal yang diperankan Calista Flockhart.

Serial itu mengisahkan kelucuan Ally menangani kasus-kasus hukum lengkap dengan konfliknya ke klien dan atasannya. Nah, gara-gara serial tersebut, setelah lulus SMA dia masuk ke Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. "Kalau saya bilangnya, jadi lawyer itu panggilan hati," jelasnya.
Dia lantas terbahak saat Jawa Pos menyinggung tidak banyak perempuan cantik yang memilih profesi itu. Menurut dia, justru seharusnya banyak perempuan yang bisa menggeluti dunia itu. Sebab, bagi dia, menjadi lawyer sangat menyenangkan. Saking senangnya dengan profesi lawyer, dia sempat bingung ketika ditanya apa dukanya menjalani pekerjaan itu.

Dalam kasus Nazaruddin itu, dia dipercaya O.C. Kaligis untuk menangani dan mendampingi kliennya bersama Aldila. Karena kasus tersebut menyita perhatian masyarakat, keluarganya mewanti-wanti agar perempuan kelahiran Solo, 26 september 1982, itu lebih berhati-hati. "Keluarga bilang, nuansa politisnya besar. Keselamatan harus dijaga," jelasnya.

Kalau Dea berangkat dari masa lalunya sebagai pemain sinetron, Aldila Warganda muncul sebagai sosok gadis kampus yang cerdas. Aldilla tercatat sebagai lulusan Universitas Jenderal Soedirman dengan disiplin ilmu pidana murni. Dia juga berhasil meraih juara Asian Law Student Association (ASLA) tiga tahun berturut-turut pada 2003?2005.

Karena kecerdasannya tersebut, O.C. Kaligis menawari Aldila untuk bergabung di kantornya. Tawaran itu jelas tidak dia siakan-siakan. Sebab, sepengetahuan dia, O.C. Kaligis tidak pernah membuka lowongan pekerjaan, tetapi mencari bibit-bibit baru. "Saya masuk hampir bersamaan dengan Dea," kenangnya.

Dengan bekal ilmu pidana murninya, pengacara kelahiran Jakarta, 28 april 1984, itu pun kerap diajukan untuk bersidang. Kasus yang ditanganinya tidak tanggung-tanggung. Di usianya yang masih muda, dia dipercaya untuk menangani kasus korupsi dan berhubungan dengan KPK. "Keluarga suka khawatir, tapi saya suka menenangkan. Kalau ada ancaman, (keluarga) tidak dikasih tahu," tuturnya.

Dia juga senada dengan Dea bahwa pekerjaannya tidak ada yang berhubungan dengan gender. Meskipun, dia tahu tidak banyak perempuan yang menjadi pengacara. Baginya, pekerjaan pengacara sangat mulia karena mendampingi orang yang awam hukum. "Meski sedih juga banyak yang meremehkan profesi ini," kata anak keempat di antara enam bersaudara itu.

Untuk kasus Nazar, dia menyatakan tidak ada yang spesial. Dalam arti, dia tidak pernah membedakan siapa kliennya. Kalau sudah bersama klien, dia mengaku siap memberikan pendampingan terbaik. Misalnya, saat Prita digosipkan bakal ditahan. "Saya menemani Prita sampai jam 1 pagi," tandasnya.

Kalau kisah Haghia, beda lagi. Di antara tiga pengacara perempuan Nazaruddin, perempuan kelahiran 26 April 1982 itu adalah yang paling senior di O.C. Kaligis. Di kasus Nazaruddin, dia mendapat peran yang cukup penting, yakni memegang penanganan kasus di luar negeri.

Dia menjadi pengacara karena keprihatinannya terhadap kehidupan perekenomian bangsa. Atas dasar itu, dia memilih jurusan hukum perekonomian di Universitas Indonesia. Jurusan itu dipilih karena dia yakin, jika sektor perekonomian negara beres, kehidupan akan membaik. "Saya ingin jadi agent of change," ujarnya. (dim/kuh/c4/iro)

Google
Dea Tunggaesti / Aldila Warganda / Haghia Sophia Lubis : Trio Pengacara cantik dari OC Kaligis dampingi Nazarudin Reviewed by Aramis Night on 8/26/2011 12:22:00 AM Dea Tunggaesti / Aldila Warganda / Haghia Sophia Lubis : Trio Pengacara cantik dari OC Kaligis dampingi Nazarudin Rating: 4.5

0 komentar:

Poskan Komentar

Site Search